Ada perusahaan jasa yang membuka peluang usaha. Tawarannya cukup menggiurkan. Bagi yang berminat, silakan baca selengkapnya.
Mari kita tinggalkan masalah sandal jepit. Kini kita beralih ke masalah kaos kaki. Walaupun tak akan seheboh sendal jepit. Ya, karena ini hanyalah tentang sepasang kaos kaki…yang terlupakan.
Yang jelas ini bukan kode rahasia untuk Bos Besar atau Ketua Besar. Sekali lagi ini hanyalah tentang sepasang kaos kaki. Memang terdengar sepele. Tapi kaos kaki ini cukup untuk merepresentasikan kepahaman seseorang, khususnya muslimah, tentang agamanya. Juga memperlihatkan komitmen dan kekuatan ‘azzam untuk memelihara kehormatan serta ‘izzah.
Jumu’ah mubarakah. Selalu ada rasa yang berbeda setiap kali hari ini datang. Apalagi ini adalah hari pertama saya bertugas di kantor cabang yang baru diresmikan kemarin.
Jam di hape (maklum, tidak punya jam tangan) sudah menunjukkan pukul 13.10 WIB. Shalat jumat baru saja usai. Jama’ah mulai bertebaran menuju aktifitas masing-masing. Dan, begitu juga dengan saya. Saatnya mengurusi kantor cabang yang baru itu.
Tidak heran jika banyak di antara umat Islam yang sangat ingin menjadi penghafal Al-Quran (hafizh/hufazh), mengingat keutamaannya yang luar biasa. Dan rasanya akan sangat panjang jika dijabarkan di sini. Yang pasti, jika setiap muslim mengetahui dan memahami keutamaan-keutamaan itu, semuanya akan berlomba menghafal Al-Quran.
Akan tetapi, kenyataannya banyak yang merasa kecewa dengan diri sendiri karena merasa begitu sulit untuk menjadi seorang penghafal Al-Quran itu. Terlalu banyak kendala dan keluhan. Yang tersisa kemudian hanyalah keinginan terpendam untuk menjadi seorang hafizh.
Saya sangat memahami perasaan ini. Oleh sebab itu, melalui tulisan ini saya akan mengungkapkan satu rahasia penting. Rahasia yang (insyaAllah) akan membuat siapa pun mewujudkan impiannya menjadi seorang penghafal Al-Quran. Rahasia yang mungkin tidak disadari kebanyakan orang.
Innaa lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun
Telah berpulang ke rahmatullah
Ayah dari Adrian “rangTalu” Fetriskha
hari Rabu (4 Januari 2012) malam
“Semoga amal beliau diterima oleh Allah swt
dan
diberikan tempat terbaik di sisi-Nya.”
Bagi yang jiwanya kerontang
Bagi yang ruhiyahnya melemah
Bagi yang semangatnya redup
Bagi yang tekadnya pudar
Bagi yang merindukan syahdunya ketundukan
Lakukanlah satu kebaikan.
Ya, cukup satu kebaikan saja. Satu kebaikan yang dilakukan dengan penuh ikhlas dan cinta pada Rabb semesta alam. Walaupun mungkin membutuhkan sedikit perjuangan karena terasa berat. Namun lihatlah apa yang akan terjadi setelah itu.
Sungguh asing rasanya berada di sini. Atmosfer yang berbeda dari biasanya. Memperhatikan mereka yang perlahan mulai berubah. Entah lebih baik atau sebaliknya. Mereka semakin ramah, semakin sering tersenyum dan terlihat begitu bahagia. Tapi tidak tahu mengapa, hati ini berkata mereka tidak tulus. Mereka seperti menyembunyikan sesuatu. Atau mereka tidak sadar akan sesuatu.
Perhatikanlah pembicaraan mereka. Sangat berbeda dari pembicaraan-pembicaraan yang dulu. Mereka sudah jarang berbicara tentang ibadah, tarbiyah, dakwah dan hal-hal yang dulu membangkitkan iman kami. Pembicaraan mereka sekarang tidak jauh dari uang jutaan, mobil mewah, rumah megah dan…. HAJI ??
Bagi seorang penulis atau orang yang gemar menulis dan mempublikasikan tulisannya, salah satu kekhawatiran yang sering melanda adalah dicatutnya tulisan mereka oleh orang lain kemudian dipublikasikan kembali atas nama si pencatut. Mungkin ini adalah hal yang wajar, mengingat bahwa membuat sebuah tulisan bukanlah perkara gampang. Tentu saja tulisan yang dimaksud adalah tulisan yang berkualitas. Bukan tulisan yang asal tulis seperti tulisan saya ini
. Apalagi jika itu tergolong dalam karya ilmiah yang membutuhkan pendalaman materi, penelitian, analisis dan sebagainya.
Untuk mengantisipasi ulah yang tidak bertanggung jawab dari para pencatut itu, biasanya penulis menegaskan agar mencantumkan sumber jika ingin menyalin sebagian atau seluruh isi tulisan. Atau ada juga yang mengancam dengan undang-undang hak cipta.
Tapi menurut saya kekhawatiran seperti itu tidak semestinya ada. Apalagi sampai mengklaim memiliki hak cipta. Maaf, ini hanya pendapat saya. Anda boleh setuju, boleh juga tidak. Mari kita runut agar Anda paham apa yang saya maksud.




