Betapa Allah swt memberikan begitu banyak keutamaan kepada para penghapal Al-Quran. Ini dijelaskan oleh Rasulullah SAW dalam sabda beliau:
“Penghapal Al Quran akan datang pada hari kiamat, kemudian Al Quran akan berkata: Wahai Tuhanku, bebaskanlah dia, kemudian orang itu dipakaikan mahkota karamah (kehormatan), Al Quran kembali meminta: Wahai Tuhanku tambahkanlah, maka orang itu dipakaikan jubah karamah. Kemudian Al Quran memohon lagi: Wahai Tuhanku, ridhailah dia, maka Allah SWT meridhainya. Dan diperintahkan kepada orang itu: bacalah dan teruslah naiki (derajat-derajat surga), dan Allah SWT menambahkan dari setiap ayat yang dibacanya tambahan ni`mat dan kebaikan “. [HR. At Tirmizi]
Hadits di atas rasanya sudah cukup menjadi dasar motivasi kita untuk menghapal Al-Quran. Namun ada hal-hal yang juga penting untuk diperhatikan agar proses menghapal Al-Quran bisa dilalui dengan sebaik-baiknya.
Menghapal Al-Quran sebenarnya bukanlah hal yang sulit, Allah sendiri katakan:
“Dan sesungguhnya telah Kami mudahkan Al-Quran untuk pelajaran, maka adakah orang yang mengambil pelajaran?” (Q.S. 54 : 17)
Akan tetapi memelihara hapalan itulah hal tersulitnya. Banyak sekali tantangannya. Maka di sini saya ingin berbagi tips supaya kita bisa lebih mudah menghapal Al-Quran dan memelihara hapalan.
1. Nawaitu
Ada sebuah hadits Rasulullah yang mengabarkan bahwa di yaumil hisab nanti ada 3 golongan orang yang akan didahulukan hisabnya. Salah satunya adalah para Qari. Mereka ditanya oleh Allah tentang motivasinya mempelajari Al-Quran dan mereka menjawab Lillah (untuk Allah). Padahal Allah Maha Tahu bahwa motivasi mereka tidak lain hanya agar dianggap Qari (orang yang pandai tentang Al-Quran) oleh orang lain. Kemudian mereka dicampakkan ke dalam neraka. Maka sebelum memulai menghapal mari kita luruskan niat, jangan sampai terbersit keinginan untuk dipuji apalagi membangga-banggakan hapalan.
2. Tahsin
Tahsin atau memperbaiki bacaan menjadi penting karena ketika kita membaca Al-Quran dengan benar maka insyaAllah akan lebih mudah untuk menghapalnya. Manakala masih banyak kesalahan dalam membaca Al-Quran maka kita akan terus menerus memperbaiki hapalan dan ini membuat waktu untuk menghapal menjadi lebih lama.
3. Mush-haf
Disarankan untuk menggunakan mush-haf “pojok” (pinjam istilah akh Jul) yang setiap halamannya diakhiri dengan satu ayat yang tidak terputus (tidak bersambung ke halaman berikutnya). Ini untuk memudahkan kita dalam mengulang hapalan dengan cara membayangkan posisi ayat pada halamannya. Dan juga disarankan untuk tidak gonta-ganti mush-haf, misalnya yang biasa pakai mush-haf cetakan Indonesia kemudian beralih ke cetakan timur tengah atau sebaliknya.
4. Paham
Meskipun sebagian ayat-ayat dalam satu surat terkesan “berserakan”, sebenarnya ayat-ayat itu saling berkaitan. Bahkan ada surat yang betul-betul jelas alurnya, seperti novel. Contohnya Surat Yusuf. Maka untuk memudahkan kita dalam menghapal, iringi juga dengan memahami maksud ayat yang dihapal meskipun tidak hapal artinya. Setidaknya kita paham ayat/surat/juz itu bercerita tentang apa. Ini akan sangat membantu ketika muraja’ah (mengulang hapalan).
5. Memilih
Dahulukanlah menghapal surat/juz yang ayat-ayatnya familiar dan relatif lebih mudah untuk dihapal. Dan jangan biasakan menghapal dengan ilmu kodok, melompat-lompat. Tapi biasakanlah untuk menuntaskan hapalan 1 juz secara utuh. Setelah mantap baru beralih kepada juz yang lain.
6. Waspada
Dalam Al-Quran banyak sekali ayat yang mirip. Bisa keseluruhan atau setengahnya. Banyak calon hafizh yang kacau hapalannya lantaran ayat dari salah satu surat tertukar dengan ayat dari surat yang lain. Ada juga kemiripan dalam kata. Kadang-kadang ini juga berbahaya. Bisa-bisa makna ayatnya berubah. Maka perhatikan ayat-ayat yang mirip ini. Salah satu caranya dengan memahami alur cerita minimal dari 2 ayat sebelumnya.
7. Istimrar
Saya pernah mencoba menghapal 1 juz dalam satu hari. Alhamdulillah saya bisa menyelesaikan setengahnya, hanya dalam satu hari (pagi sampai siang). Tapi besoknya tidak lagi saya ulang. Maka seketika itu juga hilang setengah juz yang sudah dihapal itu. Jadi kita tidak perlu membuat target yang muluk dalam hal jumlah hapalan per hari. Yang lebih penting adalah istimrar (kontinu) meskipun per harinya cuma 1 halaman atau kurang.
Ustadz saya pernah cerita tentang seorang akhwat yang bekerja sebagai TKW di Arab Saudi. Beliau bekerja di rumah salah seorang warga Arab sebagai PRT (pembantu rumah tangga). Tentu sibuknya bukan main, baru mau duduk sebentar sudah dipanggil lagi oleh majikan. Sehingga beliau tidak punya cukup waktu untuk membaca apalagi menghapal Al-Quran. Akhirnya akhwat inipun menyiasati kondisi tersebut. Setiap selesai shalat subuh beliau membaca rata-rata 2 ayat –saja- kemudian menghapalkannya. Ketika sedang melakukan pekerjaan rumah, 2 ayat yang dihapal tadi terus diulang. Keesokan harinya beliau menambah sekitar 2 ayat lagi. Demikian setiap hari. Setelah 2 tahun bekerja sebagai PRT di sana, akhwat itu sudah punya hapalan lebih dari 20 juz. Can u imagine that??
Istimrariyah, itu kuncinya. Allah lebih menyukai amal yang berkelanjutan meskipun sedikit. (jangan terbalik menjadi : Allah lebih menyukai amal yang sedikit tapi berkelanjutan, ini keliru dan jauh sekali beda maknanya)
8. Partnership
Paling asik menghapal kalau ada teman. Selain bisa membantu muraja’ah, kita juga bisa saling memotivasi dengan berlomba-lomba dalam hal jumlah hapalan (tapi tetap jaga niat,OK?!). Seandainya kita menghapal sendiri, kita tidak akan bisa menjamin keshahihan hapalan kita karena tidak ada yang mengevaluasi. Oleh karena itu partner dalam menghapal Al-Quran sangat dibutuhkan.
9. Maksiat
Eit, maksudnya bukan dianjurkan bermaksiat, melainkan jangan bermaksiat. Banyak sekali kisah salafushshalih yang kehilangan hapalannya lantaran tidak sengaja memandang yang bukan haknya. Itu baru tidak sengaja, apalagi kalau disengaja.
Oke, mudah-mudahan beberapa tips ini bermanfaat bagi yang berminat menghapal Al-quran. Selamat menghapal.

Assalaamu’alaikum WW.
ALLAHU AKBAR !!!
Benar akh, dan tips yang anta sampaikan sangat bermanfaat. Terkadang yang menjadi kendalanya menyediakan waktu khusus untuk muraja’ah. Sehingga ketika ingin menambah hafalan baru, perlu tambahan waktu untuk memurajaah kembali hafalan sebelumnya.
Kemudian, ada sebenarnya cara yang pernah ditawarkan untuk memperlancar hafalan, yaitu diselang-selingi dalam bacaan shalat. Tapi, bagi ana, hal ini bisa dilakukan jika sudah yakin benar hafalan yang akan dibaca. Wallahua’lam.
Satu lagi dengan sering mendengarkan murathal sebenarnya bisa juga membantu,
Benar ..semua dikembalikan ke kita.
Terakhir, mau bertanya ,mana tau anta punya murathal yang iramanya seperti irama palestin. Ana kurang tau yang membawakannya. Apakah murathal rasyid ? Tapi, rasanya pernah mendengar murathal tersebut yang pas iramanya .Bukan berarti lebih mengutamakan irama, tapi dengan lantunan dan pembawaan yang bagus juga berpengaruh dengan kita yang membacanya. syukran
trims..ilmunya..
Wa’alaikumussalam wr.wb.
Terimakasih atas tanggapannya. Semoga Allah memberikan kemudahan bagi kita dalam menghapal Al-Quran.
1. Waktu paling efektif untuk muraja’ah adalah ketika shalat malam. tidak usah khawatir sekiranya merasa masih belum mantap hapalannya, karena dengan sering mengulang dan mengevaluasi justru akan menjaga hapalan kita. seandainya lupa hapalan ketika shalat, kita bisa beralih ke hapalan yg lain.
2. sering mendengar murattal juga bisa membantu, tapi hati-hati, jangan sampai terpaku dengan iramanya karena ini justru akan menyulitkan kita manakala kita kehilangan iramanya, hapalan juga bisa ikut hilang.
3. kalau mau cari contoh irama murattal, hunting aja di http://youtube.com/, ketik keywordnya “quran recitation”. Slmt mencoba.
Jazakillahu khair
[...] tulisan terkait bisa sharing diFacebookTwitterEmailPrintLike this:SukaBe the first to like this post. [...]