(bukan) Nostalgia

Posted: Desember 18, 2011 in tarbiyah, Taushiyah

Nostalgia…sesuatu yang sia-sia. Mengenang masa lalu yang tidak mungkin dijemput apalagi diubah. Meraba sisi-sisi memori antara baik dan buruk. Sekedar memuaskan hasrat pada keinginan terulangnya masa yang mungkin lebih baik dari sekarang. Tanpa bisa memastikan bahwa masa itu memang lebih baik atau hanya perlakuan takdir pada kondisi yang jelas berbeda.

Nostalgia…jangan-jangan itu yang selama ini kita lakukan. Berakrab ria dengan kitab-kitab berjudul “Sirah Nabawiyah”, “Sirah Sahabat”, “Biografi Para Imam”, “Sejarah Kekhalifahan Bani Fulan” dan semacamnya. Membalik helai demi helai, terseret arus euphoria kejayaan masa lalu. Berusaha menyelami keagungan dan keistimewaan kisah yang bermuara pada satu kesimpulan: “Semuanya terjadi di zaman dahulu kala”. Sementara kita di sini hanya memeluk erat kitab-kitab itu, atau menyusunnya rapi di atas rak, atau bahkan cuma menjadi pendongeng yang setia menemani sebelum terlelap.

Tidak. Semua itu terlalu mulia untuk disebut nostalgia. Kisah-kisah itu terlalu mulia jika sekedar disebut nostalgia. Ia menceritakan perjalanan orang-orang yang mulia, dalam perjuangan yang mulia, menegakkan satu kalimat yang mulia. Boleh jadi sosok dan keadaan mereka tak lagi wujud di zaman ini. Tapi pelajaran yang mereka tinggalkan selalu layak dan tepat untuk diamalkan sepanjang masa. Karena memang sejarah pasti berulang. Meski dalam kemasan yang berbeda.

Hari ini, ketika kami berdiri di sini, berusaha menggapai puncak kegemilangan untuk mengembalikan kejayaan kepada pemiliknya, mungkin sebagian manusia akan menertawakan. Menganggapnya sebagai angan kosong yang mustahil terwujud. Padahal tidak. Justru ini adalah janji dari Yang Maha Menepati Janji. Kami tidak sedang bermimpi. Dan kami juga tidak sedang bernostalgia.

sumber gambar

Komentar
  1. puchsukahujan mengatakan:

    wah jadi inget,,
    buku RP 1 ku siapa yang pinjem yah? kok kagak dibalikin

    # belajar dari sejarah, untuk mengukir sejarah

  2. david mengatakan:

    Bergerak dan berjuang untuk merengkuh kejayaan dan kegemilangan masa lalu

  3. Falzart Plain mengatakan:

    Itu bukan sekedar nostalgia, itu mengambil hikmah… :-)

  4. rangtalu mengatakan:

    saya kembali ke konstantinopel…
    pada gerbang timur yang tertutup rapat
    dan kita bersiap hendak menyerang

    aroma kemenangan tercium nyata
    tepat dibalik sana..

  5. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan:

    senang membaca tulisan ini
    sangat inspiratif
    hmmm… saya juga suka sekali
    membaca “Sirah Nabawiyah”
    “Sirah Sahabat”
    “Biografi Para Imam”
    “Sejarah Kekhalifahan Bani Fulan”
    dst

  6. Nisa mengatakan:

    menegakkan syari’at Islam di bumi Allah..

beberapa patah katanya, jika berkenan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s