Sadar

Posted: Desember 26, 2011 in Kontempelasi, tarbiyah, Taushiyah

Sungguh asing rasanya berada di sini. Atmosfer yang berbeda dari biasanya. Memperhatikan mereka yang perlahan mulai berubah. Entah lebih baik atau sebaliknya. Mereka semakin ramah, semakin sering tersenyum dan terlihat begitu bahagia. Tapi tidak tahu mengapa, hati ini berkata mereka tidak tulus. Mereka seperti menyembunyikan sesuatu. Atau mereka tidak sadar akan sesuatu.

Perhatikanlah pembicaraan mereka. Sangat berbeda dari pembicaraan-pembicaraan yang dulu. Mereka sudah jarang berbicara tentang ibadah, tarbiyah, dakwah dan hal-hal yang dulu membangkitkan iman kami. Pembicaraan mereka sekarang tidak jauh dari uang jutaan, mobil mewah, rumah megah dan…. HAJI ??

Ya, HAJI. “Memangnya ada yang salah dengan HAJI?”.Yang benar saja kawan!! Jujurlah pada diri sendiri, benarkah niat itu tulus? Tidak usah katakan pada kami.

Mereka antusias sekali ingin mendapatkan itu semua. Karena bagi mereka itulah yang disebut IMPIAN. Mata mereka telah digelapkan oleh dunia. Hati mereka telah terpikat pada kemilaunya dunia. Dan mereka membungkusnya dengan cover berjudul IMPIAN.

Oohh teman…hampir saja kau berhasil yakinkan kami tentang semua itu. Hampir saja kau palingkan kami dari impian sesungguhnya. Dan hampir saja kami ikut berlelah-lelah mengejar kesemuan itu.Tapi bagaimanapun, kami tetap berterimakasih. Karena kalian, kami semakin yakin tentang hakikat tujuan.

“Akhi, antum salah paham. Antum tidak mengerti. Tidakkah antum sadar apa yang bisa kita berikan untuk dakwah melalui ini? Tidakkah antum melihat ini sebagai kebaikan?”

Kebaikan apa?! Tanyakan kepada mereka tentang ibadah. Tanyakan pada mereka tentang tilawah. Tanyakan kepada mereka tentang qiyam. Tanyakan pada mereka tentang AMANAH!! Benar, amanah. Amanah untuk menjaga hidayah. Amanah untuk tetap berada dalam lingkaran. Bukan sekedar duduk melingkar. Melainkan…ah, mereka pasti mengerti.

Mereka berharap menjadi seperti ‘Utsman bin ‘Affan. Atau seperti ‘Abdurrahman bin Auf. Padahal keduanya tidak pernah meninggalkan majelis Nabi. Keduanya tidak pernah absen dalam peperangan. Keduanya juga bukan orang yang tergila-gila pada dunia.

Sudahlah, semoga pada akhirnya Allah akan tunjukkan mana yang benar.

Komentar
  1. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan:

    ikut merenung hal yang penting ini
    makasih banyak ya….

  2. rangtalu mengatakan:

    mantap akh..

    semoga wak tetap istiqamah..

  3. deathmugiwara mengatakan:

    sepertinya saya mengert sesuatu dacuy… hmmmmmmm

  4. yisha mengatakan:

    wah, perlu pemahaman tingkat tinggi bacanya… hiks!!!

  5. noeroel mengatakan:

    hmmm….amanah mnjg hidayah..”sesuatu yg berat”….
    moga snantiasa dlm nkmat hidyahNya…

  6. Mila mengatakan:

    mengamini untuk doa terakhirnya…

    semoga kita juga termasuk orang2 yang diberi petunjuk…

  7. Nisa mengatakan:

    cinta dunia dan takut mati, masalah yang mengintai aktivis dakwah kini.. :(

  8. JHD mengatakan:

    Dunia oh dunia. Semoga tdk semua kader dakwah begitu…

  9. gibean mengatakan:

    sepertinya saya memahami ini
    tp kadang ada pengaburan yg hebatt dari mereka dan utk korban mereka
    harapannya selain ternyata tjuan keduniaan yg mendominasi juga dipahami dulu keilmuan ttg itu
    karena trenyata masih banyak yg diragukan…..
    semoga saja para ikhwah tidk terjerumus di situ

  10. rahmat firdaus mengatakan:

    kyaknya mas gibean ini pernah pengalaman di situ juga ya…

  11. gibean mengatakan:

    alhamdulillah mas bro…..
    tp sobat sy mas bro,,,,,memnag kehilangan akhirnya…
    mas bro tariklah lagi tu kawan sy mas bro…
    kira2 butuh berapa kekuatn talinya tu masbro???^_^

  12. oshieaisyah mengatakan:

    mantab dan sesuatu bg…
    pada akhirnya tetap harus dijalani dengan ‘keseimbangan’
    akhirat tetap dihati meski dunia dalam genggaman.

    kita tak pernah tahu pasti apa yang ada dibalik ‘niatnya hati’
    kita doakan hidayah dan keistiqomahan
    selalu meliputi mereka dan kita semua.

  13. ria mengatakan:

    hmm….lihat dan perhatikan serta slalu saling menasehati…”setuju bg”.
    Insya’allah pd akhirnya mereka akan temukan sendiri hakikat dr impian mereka yg sebenarnya.

beberapa patah katanya, jika berkenan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s