Mari kita tinggalkan masalah sandal jepit. Kini kita beralih ke masalah kaos kaki. Walaupun tak akan seheboh sendal jepit. Ya, karena ini hanyalah tentang sepasang kaos kaki…yang terlupakan.
Yang jelas ini bukan kode rahasia untuk Bos Besar atau Ketua Besar. Sekali lagi ini hanyalah tentang sepasang kaos kaki. Memang terdengar sepele. Tapi kaos kaki ini cukup untuk merepresentasikan kepahaman seseorang, khususnya muslimah, tentang agamanya. Juga memperlihatkan komitmen dan kekuatan ‘azzam untuk memelihara kehormatan serta ‘izzah.
Rasulullah s.a.w pernah menegur Asma’ binti Abu Bakar ketika beliau melihatnya menggunakan pakaian yang tipis. Sambil berpaling, beliau bersabda:
Wahai Asma’, sesungguhnya seorang wanita itu jika telah baligh (haidh), tidak pantas ditampakkan dari tubuhnya kecuali ini dan ini -seraya menunjuk wajah dan telapak tangan-.
Pastinya semua muslimah sudah tahu tentang ini. Tentang batasan aurat mereka. Yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan tangan (telapak dan punggung tangan).
Dan tentu saja kaki juga termasuk bagian aurat yang harus ditutup. Karena kaki tidak masuk dalam pengecualian yang disebutkan oleh Rasulullah s.a.w. Namun sebagian muslimah, terutama yang sudah mulai berkomitmen dengan hijab yang benar, mungkin terlupa dengan hal kecil ini. Sehingga dalam beberapa kesempatan yang seharusnya mereka menutupi kakinya dengan hijab, justru membiarkannya terbuka begitu saja.
Bagaimanapun…
aurat tetap aurat.
mau cuma ke warung, nyapu teras, jemur kain atau sekedar membukakan pintu untuk tamu yang bukan mahram.
Sebagaimana kewajiban suami mengingatkan istrinya, saya pun sudah mengingatkan masalah ini kepada istri. Dan alhamdulillah beliau sudah berkomitmen. Bagaimana dengan yang lain??


ada gerakan 1000 kaos kaki gak pak?
he…boleh juga idenya.
Kunjungan pertamaaaa… Assalamualaikum….
judul yang menarik bang….
langsung mengingatkan Ni kepada pengalaman buruk hampir kehilangan kaus kaki di mesjid.
Jadi kenapa harus pakai kaus kaki? jawabannya sesimpel kenapa harus menutup aurat….
wa’alaikumussalam.
mmm…apakah kaos kakinya dilarikan kucing?
*karena aroma terasi
# maaf, hanya brcanda
subhanallah…yoook para wanita mulai menutup aurat yang sebenar benarnya
Jadi wajib mengenakan kaos kaki, ya? Baru dengar yang begini, tapi benar juga…
bukan pakai kaos kakinya yg wajib akh,
melainkan menutup auratnya.
msbro ini pura2 lugu…
lugu itu bukannya sinonimnya musik?
Atau semacam patung atau bangunan untuk mengenang suatu peristiwa, ya?
Hehehe…
Kalau di kampus saya, akhwatnya memang kelihatannya pakai kaos kaki terus, saya tidak pernah bertanya-tanya kenapa karena sudah terbiasa melihat mereka pakai kaos kaki terus.
bukannya kebimbangan atas sesuatu itu ya??
eh jangan2 sinonim polos dan apa adanya….
ow tidak itu yang jadi makanan pokok daerah suatu temapat di seberang pulau ini deh
sepertinya komentatornya sdh pd ngawur ini
v^-^
Hehehe…
Maaf Uda, saya ngawur…
tak apa…sudah maklum kok

setuju mas..
kaki juga aurat dari wanita
betul
ini dapat bocoran dari saudara saya ini
katanya ibuk2 yg sudah renggang terhadap hukum ini
apalagi klo dah jadi emak2….
wah makin banyak ja yg pede buka kaki yang ada 5 jari tu
minimal kita jaga istri masing2 spya tdk trmasuk klompok emak2 yg bgitu ya msbro
iya ya.
hal kecil tapi tetap penting..
dan muslimah sebaiknya punya stok kaos kaki yang cukup di lemarinya *apalagi klo musim hujan
ayo…dipilih…dipilih…
tiga seribu