Etische Politiek

Posted: Februari 25, 2012 in Opini, Taushiyah

Etische Politiek (Politik Etis) atau Politik Balas Budi itu seperti ngeblog. Kunjungi blog orang supaya blog kita dikunjungi. Komentari tulisan orang supaya tulisan kita dikomentari. Cantumkan link ke blog orang supaya dia juga nyantumin link ke blog kita. Atau follow blog orang supaya dia juga follow blog kita. Benar gak ya?!

Ah, tidak semua seperti itu. Masih ada kok…orang yang kita sudah komen di blog dia, dianya gak pernah komen di blog kita. Kita sudah cantumkan link ke blog dia, dianya tak kunjung nyantumin link ke blog kita. Atau juga, kita sudah rela follow blog dia, eh dianya gak juga follow blog kita.

*yang merasa tersindir, harap jangan marah. saya juga masuk kategori kok :D

Lalu apakah Politik Etis itu buruk? Dalam arti selalu memiliki konotasi negatif?

Jika frame-nya adalah Politik Etis versi VOC, jelas. Tapi saya mempunyai frame yang sedikit berbeda.


Setiap kita melakukan kebaikan, sadar atau tidak, sebenarnya kita sudah menerapkan Politik Etis. Baik itu kebaikan yang kita lakukan untuk orang lain maupun untuk diri sendiri.

Tidak ada balasan untuk kebaikan melainkan kebaikan (pula)”
[Ar-Rahman : 60]

Mungkin ada yang beranggapan, “jika kita melakukan kebaikan dengan harapan agar mendapat balasan, berarti kebaikan yang dilakukan tidak ikhlas?!”

Untuk konteks mengharapkan balasan dari orang lain, bisa jadi ya. Tapi jika balasan yang diharapkan adalah pahala dari Allah s.w.t. serta kebahagiaan di dunia dan akhirat, maka ini tidak ada hubungannya dengan keikhlasan.

“Lho, bukannya sama saja?! Harusnya kita kan berbuat baik itu semata-mata karena Allah saja. Tidak pakai embel-embel lain!! Tidak karena mengharap pahala atau juga mengharap surga?!!”

Mmm…pikiran seperti ini terlalu naif. Lalu untuk apa Allah s.w.t selalu mengiming-imingi pahala dan keindahan surga untuk orang yang berbuat kebaikan?!! Bukankah supaya orang semakin termotivasi untuk melakukannya?!!

Ayolah, lakukan saja kebaikan sebanyak-banyaknya agar mendapatkan balasan yang banyak juga.

Komentar
  1. puchsukahujan mengatakan:

    urusan ikhlas mah cuma Allah dan pelaku amal yang tahu, bahkan malaikat dan iblis tak pernah tau :D

  2. Akhmad Muhaimin Azzet mengatakan:

    wah…, setuju banget tuh….
    yuk, lakukan saja kebaikan sebanyak-banyaknya
    [termasuk dalam ngeblog]
    agar mendapatkan balasan kebaikan yang banyak juga…

  3. arichandRa hinTa mengatakan:

    I like..
    benar bijak :)

  4. Mila mengatakan:

    mungkin berpikir positif aja ya mas, kita berbuat kebaikan aja dulu ikhlas, entah mau dibalas oleh orang yang kita baiki itu terserah… samasekali tidak masalah, kan sudah ada Allah yang balas ya :)

  5. rangtalu mengatakan:

    terpaksa komen….
    hehe :)

  6. Gusti 'ajo' Ramli mengatakan:

    gpp.. mendingan komen dibalas dengan pahala daripada komen dibalas dengan komen… :D

beberapa patah katanya, jika berkenan :)

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s