Jumu’ah mubarakah. Selalu ada rasa yang berbeda setiap kali hari ini datang. Apalagi ini adalah hari pertama saya bertugas di kantor cabang yang baru diresmikan kemarin. Jam di hape (maklum, tidak punya jam tangan) sudah menunjukkan pukul 13.10 WIB. Shalat jumat baru saja usai. Jama’ah mulai bertebaran menuju aktifitas masing-masing. Dan, begitu juga dengan saya. [...]
Arsip untuk ‘perjalanan’ Kategori
Sepanjang perjalanan, di bawah bayang awan yang setengah hati menaungi, terdengar butir-butir aspal bercerita tentang mereka, pria-pria legam dalam balutan pakaian kusam, lusuh tak berbentuk berganti warna. Bahkan ada yang hanya bertelanjang dada. Membiarkan kulitnya bersahabat dengan ultraviolet. Dibasahi keringat yang mengucur deras, menganak sungai.
Dari 84 tulisan (termasuk ini) yang sudah diposting di blog ini, satu-satunya tulisan yang setiap hari dikunjungi -mungkin juga dibaca- sejak pertama diposting, adalah tulisan ini. Sekaligus tulisan dengan komentar paling banyak. Sehingga saya merasa perlu membuat pembahasan lain yang masih berkaitan, karena sepertinya memang banyak peminat..he Kali ini saya akan membahas secara singkat tentang [...]
Kendaraan Dakwah Ini hanyalah sebuah kisah. Mungkin saja tak berarti. Tapi bisa jadi bermakna bagi yang mau sekedar mengais, menggali atau bahkan mengebor hikmahnya lebih dalam. Jika Rasulullah s.a.w memiliki tunggangan berupa seekor unta betina berwarna putih yang diberi nama Al-Qaswah, saya pun memiliki tunggangan yang tak kalah hebatnya. “Seekor” bebek 4 tak berwarna hitam [...]
Pukul 10.00 WIB. Saatnya berangkat ke “kantor”. Lho, kok jam segini baru berangkat ?! Bukannya jadwal ngantor biasanya jam 8-an? Apa tidak kesiangan namanya? Ho ho…tidak. Untuk pekerjaan saya jadwal ngantornya memang jam segitu. Tapi, pekerjaannya justru sudah dimulai sejak kebanyakan orang masih tersandera mimpi-mimpinya. Seperti biasa, perjalanan hari ini masih akan ditemani oleh si [...]
Bumiku redup Mentarinya tertutup kabut Cahayanya sayu, keabu-abuan Tapi ia belum lagi padam Segaris sinar menyusup lembut Menegaskan bahwa ia masih di sana Di antara langit yang terhijab Kami tak memintaMu menyibak awan Biarkan saja ia hitam…pekat Merangkak lambat ke barat Meninggalkan bekas di tanah basah Keyakinan kami sudah tetap Engkau lebih tahu akan kebaikan [...]
Padang hari ini panas. Menyengat. Sangat. Si matahari sedang bersemangat. Ia sedang berbaik hati menebar cahaya dan panasnya. Perjalanan menuju ladang rejeki pun diwarnai peperangan. Perang antara logika yang berpendapat bahwa ini namanya kelewat panas, dengan iman yang berpendapat bahwa ini namanya nikmat. Hampir saja si logika menang. Soalnya, rute Alai (bukan alay) via Ampang [...]
Namanya Celok. Atau orang-orang biasa memanggilnya begitu. Seorang “pengusaha” lontong di daerah Pasar Baru, Padang. Warungnya sederhana. Letaknya pun tidak bisa dibilang strategis. Tasuruk, kata orang Pauh. Tapi warung ini tidak pernah sepi dari pengunjung. Selalu sesak dan antri. Apalagi pagi hari sebelum jam 9. Saya pertama kali ke tempat ini sekitar 3 tahun lalu. [...]
